Saving Bonds Ritel seri SBR002

Sebagai komitmen kami untuk menjadi partner terpercaya Anda, kami berupaya selalu memberikan produk dan layanan terbaik. Standard Chartered Bank kembali mengundang masyarakat Indonesia, Nasabah Standard Chartered Bank, untuk berinvestasi dalam Saving Bonds Ritel seri SBR002 yang dijamin oleh Negara dengan tingkat pengembalian minimum 7,5% per tahun.

Penawaran ini berlaku 28 April hingga 19 Mei 2016.

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi Layanan Nasabah Standard Chartered Bank 24 jam di (021) 57 9999 88 atau 68000 dari ponsel.

Tentang Saving Bonds Ritel

Saving Bonds Ritel adalah Surat Utang Negara (SUN) yang dijual secara ritel kepada individu atau perseorangan Warga Negara Indonesia melalui agen penjual dan tidak dapat diperdagangkan di pasar sekunder. Jangka waktu obligasi adalah 2 tahun. Saving Bonds Ritel merupakan instrument investasi yang memberikan imbal hasil mengambang yang disesuaikan setiap 3 bulan mengikuti perkembangan Tingkat Bunga Penjaminan LPS dan dibayarkan setiap bulan.

Manfaat dan keuntungan Saving Bonds Ritel:

  • Pembayaran kupon dan pokok sampai dengan jatuh tempo dijamin oleh Undang-Undang SUN dan dananya disediakan dalam APBN setiap tahunnya,
  • kupon dibayar setiap bulan,
  • kupon mengambang mengikuti perkembangan Tingkat Bunga Penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), dengan jaminan kupon minimal (floor) sampai dengan jatuh tempo,
  • terdapat fasilitas pencarian lebih awal (early redemption) tanpa dikenakan biaya pencairan (redemption cost) oleh Pemerintah* dengan masa pengajuan (window) yang telah ditentukan,
  • memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk turut serta mendukung pembiayaan pembangunan nasional.

*Syarat dan ketentuan berlaku. Harap merujuk pada Memorandum Informasi.

Silakan klik untuk mengetahui Struktur SBR002 dan Simulasi Kupon SBR002.

Risiko Investasi pada SBR002

Ada 3 jenis risiko utama yang perlu diperhatikan dari setiap instrument investasi di pasar keuangan. Ketiga jenis risiko tersebut adalah:

  • Risiko Gagal Bayar (default risk) adalah risiko apabila investor tidak dapat memperoleh pembayaran dana yang dijanjikan oleh penerbit pada saat produk investasi jatuh tempo kupon dan pokok. SBR002 tidak memiliki risiko gagal bayar mengingat berdasarkan Undang-Undang SUN, Negara menjamin pembayaran kupon dan pokok Surat Utang Negara, termasuk SBR002 sampai dengan jatuh tempo, yang dananya disediakan dalam APBM setiap tahunnya.
  • Risiko Tingkat Bunga (interest rate risk) adalah suatu risiko ketika terjadi perubahan tingkat bunga di pasar yang menyebabkan potensi kerugian bagi investor. SBR002 tidak memiliki risiko tingkat bunga karena nilai pokok tidak berubah seiring dengan perubahan tingkat bunga di pasar dan tingkat kupon SBR002 mengikuti Tingkat Bunga Penjamin LPS dengan jaminan tingkat kupon minimal (floor) sampai jatuh tempo.
  • Risiko Likuiditas (liquidity risk) adalah suati risiko ketika investor tidak dapat melikuidasi produk investasi dalam waktu yang cepat pada harga yang wajar. SBR002 memiliki risiko likuiditas karena tidak dapat diperdagangkan di pasar sekunder. Meskipun demikian, pemerintah menyediakan masa pengajuan (window time) untuk periode pencairan lebih awal (early redemption). SBR002 dapat dicairkan sebelum jatuh tempo. Investor diharapkan melakukan diversifikasi untuk mengurangi risiko ini.

Syarat dan ketentuan

Syarat dan ketentuan
  • SBR002 diterbitkan dan dikelola oleh Pemerintah Indonesia dan obligasi yang telah dibeli tersebut akan disimpan oleh Bank Kustodian.
  • SBR002 bukan merupakan produk Bank dan bukan merupakan produk simpanan. Standard Chartered Bank hanya bertindak sebagai agen penjual yang ditunjuk.
  • Untuk informasi lebih lanjut, hubungi Layanan Nasabah Standard Chartered Bank 24 jam di (021) 57 9999 88 atau 68000 dari ponsel.

Back to Top