Seeing is Believing

Apakah Anda tahu bahwa setiap lima detik, seseorang di dunia ini menjadi buta? Saat ini, ada 37 juta orang di dunia yang mengalami kebutaan, dimana 90% nya tinggal di negara-negara berkembang. Di Indonesia sendiri, ada sekitar 1,47 persen dari total populasi Indonesia (atau sekitar 3,5 juta orang) yang menderita kebutaan pada kedua matanya, dimana sekitar 60-70 persen disebabkan oleh katarak. Berdasarkan data dari World Health Organization, Indonesia saat ini adalah negara kedua di dunia yang mempunyai tuna netra paling besar. Ini adalah salah satu alasan utama mengapa Standard Chartered Bank secara kontinyu melawan serta mencegah kebutaan di seluruh dunia, bekerjasama dengan International Agency for Prevention of Blindness (IAPB), sejak 2003.

Di Indonesia, Standard Chartered Bank bekerjasama dengan Indonesian Opthamologist Association (Perdami), menyelenggarakan satu rangkaian operasi medis katarak gratis di berbagai rumah sakit besar di enam kota.

Seeing is Believing

Seeing is Believing

 

Operasi medis katarak gratis ini juga bekerjasama dengan organisasi nirlaba internasional yaitu Hellen Keller International yang merupakan agency yang memimpin kegiatan ini.

Seeing is Believing

Seeing is Believing

 

Selain dari pada itu, Standard Chartered Bank Indonesia juga bekerja sama dengan PERTUNI (Persatuan Tuna Netra Indonesia / Indonesia Blind Association yang didirikan dan dikelola oleh para tuna netra) menyediakan pelatihan untuk para tuna netra tidak mampu dan memiliki keterampilan terbatas di Jakarta untuk menghasilkan produk industri rumah tangga yang bernilai ekonomis atau dapat dijual.

Bersama-sama dengan PERTUNI, Standard Chartered Bank Indonesia juga telah mengorganisir pengumpulan dana seperti: Berbagai aktivitas-aktivitas pengumpulan dana yang digandengkan dengan aktivitas bisnis termasuk penjualan ikatan pergelangan tangan serta boneka beruang melalui sales centre dan kantor cabang yang berlokasi di seluruh Indonesia, pengumpulan dana selama acara-acara olahraga (the Executive Blind-Fold Run), kegiatan-kegiatan karyawan, acara-acara

Seeing is Believing

Seeing is Believing

 

Sebelumnya: Hidup dengan HIV

 

Kami Hadir Secara Global

Kami telah beroperasi selama lebih dari 150 tahun di berbagai pasar dengan pertumbuhan pesat di seluruh dunia. Kami bertujuan memimpin pasar Asia, Afrika dan Timur Tengah.

Telusuri lebih lanjut tentang bisnis global kami »

Here for good

Here for good adalah intisari siapa kami sesungguhnya. Ini tentang keinginan kami untuk selalu bersama seluruh nasabah melewati masa sulit maupun mudah, serta terus berupaya melakukan hal-hal yang benar.

Telusuri lebih lanjut mengenai Here for Good »

Back to Top

Berani Bicara

Standard Chartered Bank (“Bank”) berkomitmen untuk melestarikan budaya berupa etika dan integritas tertinggi serta mematuhi semua peraturan, perundang-undangan dan kebijakan internal yang berlaku. Sebagai bagian dari komitmen ini, Bank mengadakan program ‘Berani Bicara’ untuk melaporkan permasalahan nyata terkait hal ini. Masyarakat umum dapat secara aman melaporkan permasalahan di program Berani Bicara melalui hyperlink ini, yang dengan atas nama Bank ditempatkan di pihak ketiga ‘InTouch’. Contoh permasalahan yang dapat disampaikan melalui situs web ini adalah permasalahan yang berkaitan dengan akuntansi, kontrol akuntansi internal, atau hal-hal dan permasalahan pengauditan yang berkaitan dengan penyuapan atau kejahatan perbankan dan keuangan. Permasalahan yang diterima akan diteruskan ke tim investigasi Bank untuk diperiksa. Keluhan yang berkaitan dengan layanan perbankan Bank sebaiknya tidak langsung disampaikan melalui situs ini, tetapi melalui jaringan cabang SCB, pusat kontak, Manajer Hubungan atau halaman web ‘Hubungi Kami’.

Penafian

Harap ingat bahwa hyperlink ini akan mengalihkan Anda ke situs web lain di Internet, yang dioperasikan oleh InTouch, sebuah perusahaan independen yang ditunjuk Bank untuk mendukung program Berani Bicara milik Bank. Mohon diperhatikan bahwa ketika Anda mengklik tautan dan membuka jendela baru di peramban Anda, Anda wajib mematuhi ketentuan tambahan tentang penggunaan situs web yang hendak Anda kunjungi.

Proceed