Dalam rangka merayakan Hari Perempuan Internasional yang jatuh pada 8 Maret 2021, Standard Chartered menampilkan dua sosok perempuan inspirasional dengan motivasi dan pencapaian mereka yang luar biasa. Sesuai tema global tahun ini, #ChoosetoChallenge, kami mencoba mengangkat kisah dua perempuan pemimpin dalam keseharian mereka bekerja, baik dalam karir, pengambilan keputusan dan menjawab berbagai tantangan. Mereka adalah Koslina, Head Securities Services, dan Wenda Rusli, ED, Head of Capital Markets, Indonesia.

Kesetaraan Gender

Standard Chartered memberikan kesempatan dan membuka peluang bagi setiap karyawan untuk mengoptimalkan kapasitas dan memainkan perannya. Tidak ada perbedaan antara laki-laki dan perempuan. Tidak ada gender-bias, semua setara. Hal ini sejalan dengan salah satu komitmen diversity and inclusion Standard chartered yaitu gender equality, untuk mempromosikan kesetaraan ditempat kerja melalui kebijakan-kebijakan yang memberikan dukungan kepada perempuan.

“Saya yakin bahwa wanita dan pria memiliki kepasitas dan kemampuan yang setara. Seiring dengan berjalannya waktu, dunia pekerjaan sudah banyak berubah walaupun cepatnya perubahan dari tiap negara berbeda-beda. Mungkin negara-negara di Asia lebih lamban dibanding negara lain terkait isu kesetaraan gender tapi saat ini sudah banyak wanita yng menjadi pemimpin di lini bisnis.,” ujar Wenda Rusli. “Perjalanan karir saya selama 20tahun juga membuktikan bahwa wanita juga berpeluang dalam berkarir. Dalam perjalanan karir saya juga menemukan beberapa pimipinan wanita yang memimpin lini bisnis maupun entitas, dan saya tidak melihat ada keterbatasan.”

Pendapat yang sama disampaikan oleh Koslina. “Dilihat secara umum di Indonesia, perempuan yang menduduki posisi pemimpin memang masih terbatas. Tetapi sejalan dengan perkembangannya, terjadi perubahan yang cukup signifikan terutama dalam dunia perbankan saat ini. Sudah banyak posisi pemimpin yang ditempati oleh perempuan. Di Indonesia saat ini, peluang bagi perempuan untuk pengembangan dan aktualisasi diri, serta untuk menduduki posisi tertentu, sudah semakin terbuka luas. Apalagi di Standard Chartered, sangat clear bahwa kesempatan juga diberikan bagi perempuan untuk berkembang dan menduduki posisi kepemimpinan.”

Perjalanan Karir

Apabila kita melihat beberapa dekade kebelakang, selalu ada anggapan bahwa pimpinan atau bos umumnya laki-laki. Perempuan hanya membantu saja. Stigma itu kini sudah bergeser. Di Standard Charterd Indonesia, lebih dari 50 persen karyawan adalah perempuan. Kolaborasi antara pemimpin laki-laki dengan perempuan berhasil menciptakan keseimbangan, terutama dalam pengambilan keputusan. Pemberdayaan perempuan adalah bagian dari strategi Standard Chartered didalam meningkatkan tingkat sosial dan ekonomi di negara-negara tempatnya beroperasi.

Perjalanan karir tidak selamanya berjalan mulus. Banyak halang rintang yang dihadapi. Demikian pula yang dihadapi oleh Wenda, yang memulai karirnya di bidang Finance. “Sejak kuliah saya suka pelajaran Finance dan Accounting, sehingga saya kemudian menyelesaikan pendidikan saya dengan double major. Saya memulai karir sebagai Auditor selama dua tahun. Saya lalu saya memutuskan berubah haluan ke Corporate Finance karena mendapat kesempatan untuk pindah pada saat market sedang booming saat itu.” Awal karir di capital market dimulai saat ikut berkecimpung di IPO saham, terus berkiprah di pasar modal. “Pengalaman beberapa tahun di dunia underwriting, brokering dan investing akhirnya membawa saya ke dunia Debt Capital Market di bank asing, dan pada akhirnya membawa perjalanan karir memimpin Capital Market di Standard Chartered Indonesia. Dari awal hingga kini, walaupun posisi saya yang dipegang berubah – ubah tapi tetap terkait dengan passion saya sedari dulu yaitu Finance..”

Berbeda halnya dengan Koslina. Didalam karir, Koslina sebenarnya tidak pernah terpikir atau berambisi untuk menempati posisi tertentu. “Cita-cita saya sebenarnya sederhana yaitu ingin menjadi seorang guru. Namun, karena saya berkeinginan untuk memberikan terbaik pada apapun yang saya kerjakan, hal ini membawa saya ke posisi saat ini. Do the things with heart, melakukan segalanya dengan sepenuh hati. Saat menerima tawaran di suatu posisi atau mendapatkan tantangan baru, saya segera terpikir bagaimana melakukannya dengan baik atas apa yang telah saya commit tersebut. Pikirkan ekspektasi dari pekerjaan yang dijalankan, dan cara untuk mencapainya.” Koslina menambahkan bahwa “tidak semua orang menyukai perubahan ekonomi dan industri yang sangat dinamis seperti saat ini. Hal ini manusiawi. Namun kita harus mampu melihat peluang atau kesempatan dari perubahan-perubahan tersebut. Kita harus bisa mengingatkan diri sendiri akan hal ini.”

Mengambil Keputusan

Perempuan memang berpeluang untuk memegang peran-peran kepemimpinan, apalagi kesempatan dan posisi untuk itu cukup banyak. Namun demikian, peluang dan kesempatan harus diikuti dengan kualitas dan kemampuan yang sesuai. Seorang pimpinan diakui sebagai pemimpin yang baik dan berhasil manakala ia mampu mengambil keputusan yang rasional dan bijaksana, terutama pada situasi-situasi yang membutuhkan keputusan cepat. Karena pengambilan keputusan merupakan persyaratan keterampilan bagi seorang pemimpin dan menjadi tolok ukur efektivitas kepemimpinan seorang. Sebuah keputusan dikatakan baik, apabila memiliki syarat rasional, masuk akal, realistis, dan pragmatis.

Wenda mengatakan, “Sebagai pemimpin secara umumnya, membuat keputusan penting yang berdampak pada organisasi dan lingkungan kerja merupakan aspek yang tidak bisa dipisahkan. Beberapa keputusan memang berat untuk diambil, terutama jika terdapat banyak faktor yang saling terkait atau jika keputusan itu memiliki dampak kepada orang banyak, organisasi atau bahkan nasabah. Dalam mengambil keputusan, saya selalu berusaha mempertimbangkan dampak positif dan dampak negatif yang mungkin terjadi dan selalu mencoba make the best decision out of all conditions:”

“Saya termasuk orang yang sangat prudent,” tambah Koslina. ”Orang berpikir bahwa saya lama mengambil keputusan. Tetapi, hal ini dikarenakan saya sangat berhati-hati sekali dalam mengambil keputusan. Saya perlu mencari tahu hal yang melatar-belakanginya. Saya berusaha untuk tenang, cooling down, menjaga emosi, pasang kuping, listen to the team, untuk mendengarkan masukan dari tim. Karena saya tahu dengan resiko posisi saya saat ini. Hal – hal yang detil tentunya bisa didengar dari banyak pihak, terutama masukan-masukan yang ada”

Keseimbangan Hidup

Keseimbangan hidup secara harfiah merupakan situasi dimana kita mampu membagi waktu dan tenaga secara seimbang baik untuk bekerja maupun untuk kehidupan personal di luar waktu kerja. Demikian pula bagi kedua pemimpim perempuan ini. Diantara kesibukannya sebagai wanita karir, mereka masih menyempatkan waktunya untuk keseimbangan hidup. Pastinya hidup akan lebih produktif dan bermakna, selain juga menjaga kesehatan.

“Sebenarnya sulit untuk dilakukan, apalagi kadang beban kerja bisa berubah dan tidak konstan tergantung dengan proyek yang sedang dilakukan,” kata Wenda. “Tantangan disetiap proyek unik dan beragam. Akan tetapi kunci dan prinsip yang dipegang adalah melakukan manajemen yang baik, membuat standar prioritas, kerjasama dengan tim yang solid, sehingga masih bisa diperoleh work life balance dan waktu untuk diri sendiri. Biasanya kesempatan tersebut saya gunakan untuk traveling atau menghabiskan waktu dengan keluarga dan teman. Semenjak pandemik ini, saya juga lebih banyak mencari hobi baru cooking dan art and craft”

Demikian halnya dengan Koslina, dalam menjaga keseimbangan telah membuat kesepakatan dengan anggota keluarganya. “Saya membuat kesepakatan dengan anggota keluarga. Senin hingga Jumat, setiap anggota keluarga menggunakan waktunya untuk menjalankan tugasnya masing-masing, termasuk saya. Kami menerapkan disiplin dan kemandirian untuk anak-anak kita. Tanggung jawab sudah diutamakan sejak usia dini agar anak-anak memahami tugasnya masing-masing. Di hari kerja, sebaiknya digunakan semaksimal mungkin untuk menjalankan tugas kantor, termasuk berjejaring. Setelah tanggung jawab dan kerja keras dalam lima hari itu selesai, hari Sabtu dan Minggu dihabiskan bersama anak-anak. Dimana saya menerapkan Work Hard Play Hard, jadi setelah semua tugas selesai biasanya kita akan menikmati waktu bersama keluarga kita untuk melakukan hal-hal yang kita sukai.”

Menciptakan lingkungan yang inklusif

Menciptakan dan menumbuhkan rasa memiliki atas lingkungan kerja dimulai dari seorang pemimpin. Tentunya, setiap karyawan juga harus dapat menerima dan terbuka terhadap perbedaan, baik itu perbedaan warna kulit, jenis kelamin, dan budaya. “Saya sudah memiliki banyak pengalaman bekerja dengan pimpinan dan rekan kerja dengan latar belakang yang berbeda, wanita dan pria, single Mom, lulusan dalam negeri dan lulusan luar negeri, etnis dan agama yang berbeda, dan lain sebagainya,” kata Wenda. “Saya yakin tidak ada batasan atau perbedaan dalam kemampuan mereka bekerja dikarenakan perbedaan gender atau latar belakang tersebut. Sepanjang mereka memang memiliki kemampuan dan kompetensi di posisi tersebut, mereka akan selalu bisa diterima dengan baik.”

Untuk menciptakan lingkungan yang inklusif, para pemimpin perlu membangun hubungan dengan karyawan secara personal. Koslina mengatakan, “ Bagi saya, tim saya adalah rekan dan juga teman. Tidak ada 'bos' di tim kami, kita semua sama. Kesuksesan saya adalah kesuksesan tim. Jika salah satu gagal, itu juga kegagalan saya. Inilah yang membuat kita merasa nyaman, percaya, dan terbuka dalam berdiskusi.”

Tentang Perempuan di mata Pemimpin Perempuan

Kesetaraan gender perlu didukung dari lingkungan. Wanita lebih berkembang ketika mereka dibebaskan membawa diri dan diterima oleh lingkungannya.

Menurut Wenda, “wanita mempunyai kesempatan untuk sukses yang sama dengan pria. Karena sesungguhnya wanita dan pria setara, baik dalam lingkungan kerja dan kehidupan sehari-hari. Hal tersebut saya aplikasikan di lingkungan sekitar saya, sebagaimana diajarkan oleh orang tua saya.”

Koslina menambahkan, “Sebagai perempuan, kita harusnya merasa diuntungkan. Kita dapat mempunyai pilihan. Tidak seperti halnya laki-laki. Sebaiknya sebagai perempuan tentunya kita harus bisa memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin. Lakukan yang terbaik. Misalnya, apabila kita memilih untuk menjadi ibu rumah tangga atau menjadi wanita karir, kita harus yakin akan pilihan tersebut. Jangan menjadikan pilihan tersebut sebagai pressure/beban. Kita menjalaninya karena memang kita menyukainya.”

Koslina - ED, Head, Securities Services, Indonesia
Koslina - ED, Head, Securities Services, Indonesia

Wenda Rusli – ED, Head of Capital Markets, Indonesia
Wenda Rusli – ED, Head of Capital Markets, Indonesia


Merupakan hal yang sangat penting untuk membuat setiap karyawan merasa dihargai dan dihormati seperti apa adanya diri mereka dan untuk hal-hal yang mereka dedikasikan kepada perusahaan tanpa membedakan jenis kelamin, suku bangsa atau perbedaan lainnya, sebagai bagian dari usaha kami untuk mencapai janji kami: Here for good.

Karyawan tuna netra pertama

Standard Chartered Bank Indonesia merekrut karyawan tuna netra pertama bernama Fien Adriani, sebagai Help desk CRES Team mulai Juni 2008. Sebelum bergabung dengan Standard Chartered Bank Indonesia, Fien bekerja sebagai Operator sekaligus sebagai Customer Service di perusahaan Tours & Travel dan berlanjut menjadi Senior Secretary di perusahaan induknya. Setelah tamat dari Institut Bahasa Asing di Bandung, Jawa Barat, jurusan Sastra Jerman, Fien memberikan kursus privat untuk mengajar bahasa Inggris dan Jerman. Salah satu siswanya adalah isteri dari Aa Gym, seorang Guru Spiritual. Perekrutan Fien jelas merefleksikan prinsip Diversity & Inclusion yang kami miliki di Bank kami, dimana kami memberikan kesempatan yang sama untuk setiap orang untuk berada di tim kami.

Saat ini Standard Chartered Indonesia telah memberikan peluang kerja bagi SDM disabilitas lainnya, meliputi: karyawan dengan gangguan penglihatan [visually impaired] dan kursi roda.

Untuk mengetahui informasi Keberagaman kami lainnya, silahkan temukan dalam link berikut: https://www.sc.com/en/about/diversity-and-inclusion/

Fien dan CRES team
Fien dan CRES team

Fien di meja kerja
Fien di meja kerja

Fien dalam perjalanan pulang
Fien dalam perjalanan pulang

Kami Hadir Secara Global

Kami telah beroperasi selama lebih dari 150 tahun di berbagai pasar dengan pertumbuhan pesat di seluruh dunia. Kami bertujuan memimpin pasar Asia, Afrika dan Timur Tengah.

Telusuri lebih lanjut tentang bisnis global kami »

Here for good

Here for good adalah intisari siapa kami sesungguhnya. Ini tentang keinginan kami untuk selalu bersama seluruh nasabah melewati masa sulit maupun mudah, serta terus berupaya melakukan hal-hal yang benar.

Telusuri lebih lanjut mengenai Here for Good »


Back to Top

Berani Bicara

Standard Chartered Bank (“Bank”) berkomitmen untuk melestarikan budaya berupa etika dan integritas tertinggi serta mematuhi semua peraturan, perundang-undangan dan kebijakan internal yang berlaku. Sebagai bagian dari komitmen ini, Bank mengadakan program ‘Berani Bicara’ untuk melaporkan permasalahan nyata terkait hal ini. Masyarakat umum dapat secara aman melaporkan permasalahan di program Berani Bicara melalui hyperlink ini, yang dengan atas nama Bank ditempatkan di pihak ketiga ‘InTouch’. Contoh permasalahan yang dapat disampaikan melalui situs web ini adalah permasalahan yang berkaitan dengan akuntansi, kontrol akuntansi internal, atau hal-hal dan permasalahan pengauditan yang berkaitan dengan penyuapan atau kejahatan perbankan dan keuangan. Permasalahan yang diterima akan diteruskan ke tim investigasi Bank untuk diperiksa. Keluhan yang berkaitan dengan layanan perbankan Bank sebaiknya tidak langsung disampaikan melalui situs ini, tetapi melalui jaringan cabang SCB, pusat kontak, Manajer Hubungan atau halaman web ‘Hubungi Kami’.

Penafian

Harap ingat bahwa hyperlink ini akan mengalihkan Anda ke situs web lain di Internet, yang dioperasikan oleh InTouch, sebuah perusahaan independen yang ditunjuk Bank untuk mendukung program Berani Bicara milik Bank. Mohon diperhatikan bahwa ketika Anda mengklik tautan dan membuka jendela baru di peramban Anda, Anda wajib mematuhi ketentuan tambahan tentang penggunaan situs web yang hendak Anda kunjungi.

Proceed